Sabtu, 14 Juni 2014

Si Pintar dan Si Bodoh

"I don't wanna be just one thing. I can't be. I want to be brave and I want to be selfless. Intelligent and honest and kind. Well, I'm still working on kind."- Tobias Eaton (Four) on Divergent Trilogy.

Gua baru selesain buku Divergent Trilogy yg ke-1 dan ke-2 a.k.a Insurgent, which is ceritanya nyambung banget ama kehidupan sekarang gua. Well, disini ceritanya adanya faksi Erudite a.k.a kaum intelligent yang pengen ngancurin faksi Abnegation a.k.a kaum kaku yang selalu diremehin Erudite dalam kepemimpinan.

Gini. Abnegation itu adalah faksi yang punya sifat selfless atau tidak mementingkan dori sendiri, sehingga mereka bisa dipercaya menggerakkan pemerintahan secara tidak korup. Erudite adalah faksi yang mendewakan ilmu pengetahuan di atas segalanya, they never sleep til they know something, mereka tidak akan puas terhadap apa yang diketahuinya, mereka terus belajar. Dauntless adalah faksi yang mengutamakan keberanian, they're free, also freak. Amity adalah faksi yang mengajarkan orang-orang untuk berpikir positif, selalu senang dan baik, mereka tidak punya pemimpin seperti faksi lain, mereka memutuskan masalah dengan musyawarah dan mengajarkan toleransi. And the last, Candor adalah faksi yang menganggap kejujuran adalah segalanya, dalam manifesto Candor, "Seperti hewan liar, kebenaran terlalu kuat untuk dikurung".

I wonder how our future in all of those factions. Rasanya damai kalo orang bisa fokus untuk membentuk kepribadian masing-masing dalam suatu faksi. Kemudian saling melengkapi.

Kemudian saling melengkapi.

Gua hidup kurang lebih 16 tahun lebih beberapa bulan. And I've met a lot of people. But I learned all of them semenjak gua menghirup udara di 16 tahun. Aku baru ngerti apa itu yang aku pertanyakan selama ini. Like tujuan hidup, reason why I'm here, etc. Dan aku juga belajar berpikir positif and everything become is for a lot reasons. And you must believe, it's always good.
Untuk tahun ke-16, a half of that year I passed happilly, then a half of that year I passed for falling down.

I learned a lot.

Seorang Divergent dalam suatu kehidupan adalah orang yang mampu berpikir fleksibel. Mereka tidak bisa diarahkan kepribadian mereka di atas faksi. Mereka memiliki banyak hasil tes kecakapan. Misalnya dia berani untuk masuk Dauntless, tapi dalam keberanian tersebut ia tidak mementingkan dirinya sendiri untuk menyelamatkan orang lain yang juga cocok untuk Abnegation dan ia pun terlalu banyak bertanya tentang suatu hal yang baru dan mempelajarinya sampai ia mengerti, ia juga Erudite.
I wonder again, everyone in this world is Divergent.

Mereka mampu menghancurkan dunia karna pemikiran mereka yang tidak terarah ke dalam suatu faksi. Mereka berpikir ke segala arah. Mereka berpikir secara Erudite, berjiwa Dauntless dan bertindak Abnegation. Mereka sulit untuk melengkapi satu dengan yang lain karna keistimewaan itu.

Semester 2 ini is time that a lot of sadness and meaning lessons. Di SMKN 7, aku baru ngerasain seseorang bilang kalau ia didiskriminasi. Masa SMP? Siapa peduli dengan teori itu, I live and I know this is the short time, I live and it's okay, I live and I'm happy with all of this.
Kebanyakan anak-anak yang belajar disini adalah paksaan dari orang tua, merka menghasilkan anak-anak yang kurang percaya dori dengan sekolah yang dipilihkan orang tuanya. Beberapa berhasil dengan adaptasi walaupun awalnya menangis, mengeluh. Beberapa masih menyimpannya sampai sekarang, dan menjadikan senjata untuk menunjukkan betapa buruknya sekolah ini.

Aku masuk ke keduanya. Some part I'm tired to cry so I accepted it, some part I scream again to my parents, why did you shoose this school for me. Orang tua gua sering nyuruh keluar, at last gua tetep gamau. I don't know what's wrong with me. Tapi aku punya pendirian, adalah orang pengecut yang lari dari masalah.

Insurgent adalah orang yang bertindak sebagai oposisi terhadap otoritas yang mapan, yang tidak selalu dianggap sebagai orang yang suka berperang. Mereka adalah panggilan Divergent oleh kaum Erudite.

Some people say, sulit menghapuskan luka masa lama. Jika orang tersebut mendapat perlakuan pada masa lalunya yang menyedihkan, some of 'people' like that are absolutely certain tidak ada yang lebih buruk dari apa yang saya alami dan it'll never change. It won't change. Never.
In my FRAM a.k.a Fuckin Random Access Memory, aku inget aku pernah nulis 'I believe 2f1 will teach me more' saat gua bener-bener gak betah dengan kelas ini. Dan Allah SWT mengabulkannya atau lebih tepat Allah prove it.

Di kelas gua terpecah menjadi beberapa kelompok. Yang satu adalah menuruk gua kubu yang paling besar yaitu gabungan anak bekas 1f1 dan 1f2, beberapa 1f3. Karna gua dulu anak 1f1, gua bisa dibilang atau lebih tepatnya dianggap masuk ke kubu itu. Like what the hell?! I don't like if I'm in a big kubu. Aku lebih suka kalo masuk ke kubu kecil dan menamakan mereka sahabat forever until we die, even I know that's bullshit daripada masuk ke kubu besar yang sebenarnya kita gak pernah kenal so close, birthday aja gak tau dan menjatuhkan satu sama lain. Kubu yang lain adalah kubu-kubu kecil. Tapi menurut aku kubu besar itu yang menentukan sebagian besar keadaan kelas. Dan munculnya konflik itu.

Well, I tell the truth from my brain. No hate. I wrote lessons of life in my blog.

Entah kenapa, kubu kecil itu merasa tertindas dan tidak dihargai oleh si kubu besar. Well, sebenernya gua juga ngerasa kayak gitu. Bukan ngerasa kubu kecil itu tertindas. Tapi gua ngerasa gua tertindas.
Kemarin mereka menamainya si pintar dan si bodoh. Si bodoh menyadarkan si pintar tapi mereka tetap yakin si pintar gak akan berubah.

Manifesto Candor sekali lagi, "Seperti hewan liar, kebenaran terlalu kuat untuk dikurung."

Dan itu benar. Perilaku si pintar itu benar dan bodoh. Omongan si bodoh itu benar dan bodoh. Aku bodoh. Ini hanya cerita konyol nyata.

Sang erudite lemah, mereka cerdas tapi mereka tidak punya cukup kekuatan. Mereka memanipulasi otak dari faksi lain untuk menjadi prajurit mereka. Tapi tetap saja kalah, melawan Divergent. Ini hanya cerita konyol fantasi.

Darimana Erudite, Amity, Abnegatoin, Dauntless, Candor atau Divergent? Dari genetik yang diturunkan dan akhirnya pikiran mereka sendiri.

Darimana si bodoh dan si pintar? Dari genetik yang diturunkan dan akhirnya pikiran mereka sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar